Bisnis e-Commerce di tanah air terus mengalami perkembangan yang
menggembirakan. Meningkatnya jumlah pengguna internet merupakan pasar
potensial bagi pelaku bisnis yang beroperasi di dunia maya ini. Menurut
data yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia
(APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan
yang signifikan. Jika pada 2012 jumlah pengguna internet Indonesia
sebanyak 63 juta orang atau 24,23 persen dari total populasi, tahun 2013
angka ini naik kurang lebih 30 persen menjadi 82 juta pengguna.
Prediksi pada 2014, pengguna internet terus naik menjadi 107 juta dan
pada 2015 pengguna internet di Indonesia mencapai 139 juta atau 50
persen dari total populasi.
Angka-angka terebut di atas sangat besar
artinya bagi perkembangan e-Commerce. Jika pengguna internet naik, bisa
dipastikan pasar e-Commerce bakal mengalami pertumbuhan signifikan.
Semakin banyak pengguna internet, semakin besar produk-produk online
yang bakal diserap oleh konsumen.
Ditambah lagi, pengguna internet
Indonesia kian ter-edukasi tentang bagaimana memanfaatkan internet untuk
berbisnis dan bertransaksi secara online. Konsumen sudah bisa menimbang
untung rugi dalam berbelanja online. Belum lagi penetrasi situ-situs
e-Commerce raksasa yang menumbuhkan rasa percaya konsumen untuk
mengeluarkan dana-nya lewat transaksi online.
Menurut laporan Frost
& Sullivan (Indonesia Telecom Outlook Indonesia–Go Online, 2012),
pendapatan transaksi e-Commerce di Indonesia mencapai USD 120 juta pada
2010 dan akan menjadi USD 650 juta pada 2015. Data ini menunjukkan nilai
transaksi e-Commerce mengalami pertumbuhan.
Sementara menurut
“E-Commerce in Indonesia Research” yang dilakukan oleh Daily Social dan
Veritrans pada Agustus 2012, perkiraan pangsa pasar e-Commerce
berdasarkan laporan publik dan pelanggan adalah USD 0,6-1,2 miliar,
pengeluaran e-Commerce rata-rata per tahun sebesar USD 256 dan baru 6,5%
pengguna internet bertransaksi online.
Bagi anda yang ingin memulai
bisnis, bisnis e-Commerce bisa menjadi salah satu alternatif, karena
peluang untuk mengambangkan bisnis ini masih terbuka lebar. Namun perlu
di ingat, kepercayaan konsumen akan bisnis online Anda pun perlu dijaga.
Sistem transaksi pembayaran yang mudah, cepat dan aman merupakan salah
satu cara untuk meraih kepercayaan konsumen.
sumber; www.google.com
Kamis, 14 Mei 2015
efektifitas menggunakan e-commerce
1. Melewati batasan geografis
Jika Anda memiliki toko fisik, Anda dibatasi oleh wilayah geografis yang dapat Anda layani. Dengan situs web e-commerce, seluruh dunia adalah taman bermain Anda. Selain itu, munculnya mCommerce, yaitu, e-commerce pada perangkat mobile, telah memutuskan segala keterbatasan geografis yang tersisa.
2. Mendapatkan pelanggan baru lewat search engine
Ritel fisik didorong oleh brand
dan hubungan. Selain itu, ritel online juga didorong oleh lalu lintas
dari mesin pencari. Bukan hal baru bagi pelanggan untuk mengikuti link
dalam hasil pencarian mesin pencari, dan mendarat di sebuah situs e-commerce yang mereka belum pernah dengar sebelumnya.
3. Biaya lebih rendah
Salah satu sisi positif paling nyata dari e-commerce
adalah biaya yang lebih rendah. Bagian dari biaya-biaya lebih rendah
ini dapat diteruskan kepada pelanggan dalam bentuk pemberian diskon.
4. Mencari produk lebih cepat
Hal ini tidak lagi tentang mendorong keranjang belanja ke lorong yang benar, atau produk yang diinginkan. Di sebuah situs e-commerce,
pelanggan dapat mengklik navigasi intuitif atau menggunakan kotak
pencarian untuk segera mempersempit pencarian produk mereka. Beberapa
situs web mengingat preferensi pelanggan dan daftar belanja untuk
memfasilitasi pembelian berulang.
5. Mengeliminasi waktu dan biaya perjalanan
Kadang-kadang pelanggan melakukan perjalanan jauh untuk mencapai toko fisik yang mereka sukai. E-commerce memungkinkan mereka untuk mengunjungi toko yang sama secara virtual, hanya dengan beberapa kali klik.
6. Memberikan perbandingan berbelanja
E-commerce memfasilitasi
perbandingan berbelanja. Ada beberapa layanan online yang memungkinkan
pelanggan untuk menelusuri beberapa pedagang e-commerce dan menemukan harga terbaik.
7. Transaksi, tawar-menawar, kupon, dan pembelian secara berkelompok
Meskipun ada setara fisik untuk
transaksi, tawar-menawar, kupon, dan pembelian secara berkelompok,
belanja online membuatnya jauh lebih nyaman.
8. Memberikan banyak informasi
Ada keterbatasan jumlah informasi yang
dapat ditampilkan di toko fisik. Sulit untuk membekali karyawan untuk
menanggapi pelanggan yang membutuhkan informasi di seluruh lini produk.
Situs web e-commerce dapat
membuat informasi tambahan dengan mudah untuk pelanggan. Sebagian besar
informasi ini disediakan oleh vendor, dan tidak ada biaya apapun untuk
membuat atau menjaganya.
9. Memudahkan komunikasi bisnis
Menggunakan informasi yang diberikan pelanggan dalam formulir pendaftaran, dan dengan menempatkan cookie di komputer pelanggan, seorang pedagang e-commerce
dapat mengakses banyak informasi mengenai pelanggan. Hal ini, pada
gilirannya, dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang relevan.
10. Buka sepanjang waktu
Situs web e-commerce dapat
berjalan di semua waktu selama 24 jam sehari – 7 hari sepekan (24/7).
Dari titik pandang pedagang, ini meningkatkan jumlah pesanan yang mereka
terima. Dari titik pandang pelanggan, toko yang “selalu terbuka” jelas
lebih nyaman.
jenis dan e-commerce
E-Commerce terdiri atas beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Collaborative Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).
2. Business-to-Consumers (B2C)
Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3. Consumer-to-Business (C2B)
Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
4. Consumer-to-consumer
Penjualan barang atau layanan antara individu.
5. Intrabusiness(Intraorganizational)Commerce
Pada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
6. Government-to-Citizens (G2C) and to others
Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7. Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.
sumber: www.google.com
1. Collaborative Commerce (C-Commerce)
Kerjasama secara elektronik antara rekan bisnis. Kerja sama ini biasanya terjadi antara rekan bisnis yang berada pada jalur penyediaan barang (supply Chain).
2. Business-to-Consumers (B2C)
Penjual adalah suatu organisasi dan pembeli adalah individu.
3. Consumer-to-Business (C2B)
Pada jenis ini, konsumen memberitahukan barang atau layanan yang dibutuhkannya, dan selanjutnya organisasi-organisasi bersaing untuk menyediakan barang atau layanan tersebut kepada konsumen.
4. Consumer-to-consumer
Penjualan barang atau layanan antara individu.
5. Intrabusiness(Intraorganizational)Commerce
Pada jenis ini, organisasi menggunakan E-Commerce untuk meningkatkan kegiatan operasi organisasinya. Hal ini dikenal juga dengan sebutan Businessto- Employee (B2E).
6. Government-to-Citizens (G2C) and to others
Pemerintah menyediakan layanan kepada masyarakat melalui teknologi ECommerce. Pemerintah juga dapat melakukan bisnis dengan pemerintah lain (Government-to-Government / G2G) demikian juga dengan organisasi lain (Government-to-Business / G2B).
7. Mobile Commerce (m-Commerce)
E-Commerce yang dilaksanakan pada lingkungan tanpa kabel (wireless environment), seperti menggunakan telepon seluler untuk akses internet.
sumber: www.google.com
sejarah e-commerce di amerika dan indonesia
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat
pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan
periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 miliar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan.
sumber: www.google.com
Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat "perdagangan web" — pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Di Indonesia, sistem E-commerce ini kurang populer, karena banyak pengguna internet yang masih meragukan keamanan sistem ini, dan kurangnya pengetahuan mereka mengenai apa itu E-Commerce yang sebenarnya. Sehingga sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Ecommerce sendiri berasal dari layanan EDI (Electronic Data Interchange), layanan EDI ini telah berkembang sedemikian pesatnya di negara-negara yang mempunyai jaringan komputer dan telepon. Jika sebelumnya kita telah sering menggunakan media elektronik seperti telepon, fax, hingga handphone untuk melakukan perniagaan / perdagangan, sekarang ini, kita dapat menggunakan internet untuk melakukan perniagaan.
sumber: www.google.com
Langganan:
Postingan (Atom)